
Jakarta, lensademokrasi.com — Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menutup rangkaian Rapat Kerja (Raker) nasional dengan penekanan pada akselerasi reformasi kebijakan dan digitalisasi layanan desa. Penutupan dilakukan oleh Menteri Desa PDT, Yandri Susanto bersama Wakil Menteri Ahmad Riza Patria di Operational Room Kemendes, Jakarta, Selasa (15/7/2025).
Dalam sambutannya, Mendes Yandri menekankan bahwa seluruh hasil Raker harus segera dirampungkan, karena akan menjadi salah satu dokumen pendukung penyusunan RPJMN 2025–2029, yang saat ini tengah difinalisasi oleh pemerintah pusat.
“Kita harus bergerak cepat. Hasil Raker ini wajib difinalisasi dan disampaikan ke Presiden dalam waktu dekat,” ujar Yandri.
Salah satu pokok penting yang ditekankan Yandri adalah pentingnya segera menyusun Peraturan Menteri (Permen) terkait Dana Desa yang akan digunakan sebagai jaminan akses pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes). Kebijakan ini diharapkan bisa membuka jalan bagi peningkatan kapasitas usaha masyarakat desa secara sistemik.
“Dana Desa bisa menjadi underline pinjaman bagi Kopdes Merah Putih. Ini perlu segera ada payung hukumnya agar implementasi di lapangan tidak terkendala,” tegas Yandri, yang juga mantan Wakil Ketua MPR RI.
Ia juga meminta segera dituntaskan Permen terkait pola koordinasi antara BUMDesa dan Kopdes Merah Putih, dua entitas ekonomi desa yang akan menjadi ujung tombak transformasi ekonomi lokal. Dengan regulasi yang jelas, diharapkan tidak terjadi tumpang tindih kewenangan atau program.
Menurut Yandri, BUMDesa akan tetap berfokus pada pengembangan potensi desa seperti pertanian, pariwisata, atau kerajinan lokal. Sementara itu, Kopdes Merah Putih akan menjadi wadah untuk layanan simpan pinjam, distribusi kebutuhan pokok, hingga layanan kesehatan skala desa seperti klinik mandiri.
Regulasi tersebut ditargetkan akan disosialisasikan setelah peluncuran resmi Kopdes Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto di Klaten, 21 Juli 2025 mendatang.
Sementara itu, Wakil Menteri Ahmad Riza Patria menggarisbawahi pentingnya penguatan transformasi digital desa. Ia mendorong percepatan pembangunan Super Apps Desa, yakni aplikasi tunggal yang mampu menghimpun seluruh informasi strategis desa dalam satu sistem digital terpadu.
“Dengan Super Apps, kita bisa tahu data potensi, data penerima manfaat, hingga laporan keuangan desa. Ini akan jadi platform kolaborasi semua pihak,” kata Riza.
Riza juga menekankan bahwa seluruh program ke depan harus menjawab tantangan dasar di pedesaan, seperti akses listrik dan internet. Menurutnya, masih banyak desa yang belum tersambung jaringan listrik dan belum terlayani internet yang memadai.
“Kita harus aktif menggaet mitra, baik swasta maupun BUMN. Jangan hanya bergantung pada anggaran negara,” ujarnya.
Ia berharap, dalam periode lima tahun ke depan, tidak ada lagi desa yang masuk kategori tertinggal atau sangat tertinggal.
Setelah sambutan dan arahan, Mendes Yandri dan Wamendes Riza menerima rekomendasi strategis dari lima desk pembahasan utama dalam Raker tersebut. Rekomendasi ini mencakup kebijakan tata kelola, penguatan ekonomi desa, pembangunan infrastruktur dasar, pengawasan penggunaan dana desa, serta strategi integrasi lintas sektor.
Raker ini turut dihadiri Sekjen Kemendes Taufik Madjid, para pejabat tinggi madya dan pratama, serta seluruh perwakilan unit kerja. Seluruh peserta menyepakati bahwa implementasi hasil Raker harus mengedepankan efisiensi, kolaborasi lintas sektor, dan pendekatan berbasis data. *** (fatoni/sap)





