
Jakarta, lensademokrasi.com — Ribuan warga memadati kawasan Monas, Jakarta Pusat, untuk menyaksikan kirab pembawa baki Sang Saka Merah Putih yang berlangsung pada Minggu (17/8/2025) sore. Tepat pukul 17.45 WIB, kereta kencana yang ditumpangi pembawa baki, Aliah Sakira, tiba dengan diiringi sorak-sorai meriah masyarakat.
Kirab tersebut menjadi salah satu rangkaian upacara penurunan bendera peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Aliah, siswi SMA Negeri 14 Makassar yang mewakili Sulawesi Selatan di Paskibraka 2025, tampil anggun mengemban tugas sakral membawa baki Merah Putih.
Iring-iringan kereta kencana semakin semarak dengan kawalan pasukan berkuda yang mengenakan seragam berwarna merah, putih, dan biru. Ribuan kamera ponsel warga mengabadikan momen bersejarah itu, menjadikan Monas lautan sorak dan tepuk tangan.
Ridwan (60), warga Bekasi, tampak hadir bersama cucu laki-lakinya. Ia rela berdiri di podium kecil agar bisa menyaksikan kirab lebih jelas.
“Ini momen berharga, setahun sekali. Saya ingin cucu saya merasakan suasana khidmat seperti ini,” tuturnya.
Tak hanya Ridwan, sejumlah keluarga datang berbondong-bondong membawa anak-anak. Banyak di antara mereka yang mengenakan baju merah-putih, simbol kecintaan pada Tanah Air.
Suasana berubah hening saat lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang mengiringi penurunan Sang Merah Putih. Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai Inspektur Upacara, menandai momen sakral penurunan bendera di pelataran Monas.
Prosesi penurunan bendera dijalankan oleh I Kadek Mentor Sad Ananta Wicaksana, siswa SMA Negeri 9 Denpasar, Bali, yang dipercaya menjadi Komandan Kelompok 8.
Pengerek bendera: Hilton Pratama Mantong (SMA Negeri 1 Mamuju, Sulawesi Barat).
Pembentang bendera: Muhammad Ghaalib Al Ghifari (SMA Kebangsaan, Lampung).
Pembawa baki: Aliah Sakira (SMA Negeri 14 Makassar, Sulawesi Selatan).
Peringatan HUT Ke-80 RI mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Tema ini mencerminkan semangat persatuan bangsa sekaligus tekad untuk membangun Indonesia yang lebih kuat di masa depan.
Selain kirab dan upacara penurunan bendera, perayaan kemerdekaan juga diramaikan dengan Pesta Rakyat dan Karnaval Bersatu Kemerdekaan. Beragam atraksi budaya, parade kostum daerah, hingga hiburan musik rakyat memeriahkan suasana sore hingga malam di jantung ibu kota. *** (fatoni/sap)





