
Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin menilai penyandang disabilitas membutuhkan program pemberdayaan ekonomi, tidak hanya bantuan sosial, agar lebih mandiri.
Jakarta, lensademokrasi.com — Peningkatan kesejahteraan penyandang disabilitas dinilai tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sosial. Sejumlah pihak mendorong agar kebijakan pemerintah juga diarahkan pada penguatan akses ekonomi agar kelompok difabel memiliki peluang yang lebih besar untuk mandiri.
Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin menyampaikan hal tersebut saat menghadiri kegiatan pembagian tunjangan hari raya (THR) kepada ratusan penyandang tuna netra dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Kegiatan berlangsung di Masjid Pondok Indah, Jakarta, pada Minggu (15/3/2026).
Dalam kegiatan sosial yang digelar menjelang Idul Fitri tersebut, ratusan peserta menerima bantuan dari sejumlah donatur dan relawan yang terlibat dalam kegiatan kemanusiaan itu.
Sultan menyatakan bahwa berbagai program bantuan sosial yang diberikan pemerintah kepada penyandang disabilitas merupakan langkah yang patut diapresiasi. Namun, menurutnya, kebijakan tersebut perlu dilengkapi dengan program yang dapat membuka peluang ekonomi bagi penyandang difabel.
Ia menilai, pendekatan pemberdayaan ekonomi penting agar penyandang disabilitas memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan secara mandiri, bukan hanya bergantung pada bantuan.
Dalam kesempatan itu, Sultan juga menyinggung implementasi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang mengatur perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di Indonesia.
Undang-undang tersebut memberikan jaminan atas berbagai hak dasar, termasuk pendidikan, layanan kesehatan, aksesibilitas fasilitas publik, serta kesempatan kerja.
Salah satu ketentuan dalam regulasi itu adalah dorongan bagi sektor publik dan swasta untuk membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas melalui kebijakan kuota di instansi pemerintah, badan usaha milik negara, maupun perusahaan swasta.
Menurut Sultan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memperluas partisipasi penyandang disabilitas dalam kegiatan ekonomi dan kehidupan sosial secara lebih inklusif.
Selain kegiatan pembagian THR, acara tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antara komunitas tuna netra dan para relawan yang terlibat dalam kegiatan sosial. Sultan turut menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang berpartisipasi, termasuk pengusaha Muhammad Fitno bersama sejumlah pihak lainnya.
Ia berharap partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan penyandang disabilitas. *** (fatoni/sap)





