Kades Ciangsana Manfaatkan Tradisi Halal Bihalal Perkuat Jejaring di Gunung Putri

Karanggan, lensademokrasi.com –– Pasca perayaan Idul Fitri 2026, kebutuhan menjaga komunikasi sosial di tingkat lokal menjadi perhatian, khususnya di wilayah dengan pertumbuhan permukiman yang cepat. Di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pendekatan kultural seperti Halal Bihalal dimanfaatkan tidak hanya sebagai tradisi, tetapi juga sebagai sarana memperkuat jejaring antar pemangku kepentingan.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Karanggan pada Kamis (2/4/2026) tersebut mempertemukan unsur pemerintah kecamatan, pemerintahan desa, hingga organisasi masyarakat dalam satu forum non-formal. Momentum ini digunakan untuk membangun kembali komunikasi pasca-Ramadan dalam suasana yang lebih cair.

Kepala Desa Ciangsana H. Udin Saputra, yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Gunung Putri, menyebut pertemuan semacam ini berfungsi menjaga kesinambungan hubungan kerja antar desa, terutama dalam konteks pelayanan masyarakat yang seringkali melibatkan lebih dari satu wilayah administratif.

Gunung Putri sebagai kawasan penyangga ibu kota dengan tingkat mobilitas penduduk yang tinggi menghadapi kebutuhan koordinasi yang lebih intensif. Dalam situasi tersebut, interaksi langsung antar pemangku kepentingan dinilai dapat membantu mempercepat pertukaran informasi dan penyelarasan langkah di lapangan.

Keterlibatan berbagai unsur, mulai dari aparatur kecamatan, organisasi kepemudaan, hingga tokoh keagamaan, mencerminkan pola kolaborasi lintas sektor yang berbasis pada pendekatan sosial. Forum seperti ini menjadi pelengkap dari mekanisme formal yang selama ini berjalan.

Selain sebagai ajang silaturahmi, Halal Bihalal juga berperan sebagai medium untuk menjaga stabilitas hubungan sosial di tengah masyarakat yang terus berkembang. Tradisi saling bermaafan yang menjadi bagian dari kegiatan ini turut memperkuat interaksi interpersonal antar peserta.

Dengan memanfaatkan tradisi yang telah mengakar, pemerintah lokal di Gunung Putri mencoba mempertahankan ruang komunikasi yang inklusif sekaligus adaptif terhadap dinamika wilayah, tanpa bergantung sepenuhnya pada forum formal pemerintahan.

Sejumlah pejabat dan perwakilan organisasi turut hadir pada acara halal bihalal tersebut, di antaranya Camat Gunung Putri, Kurnia Indra, Ketua PK KNPI Kecamatan Gunung Putri, Delly Angga, jajaran kepala desa se-Kecamatan Gunung Putri, serta perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat. *** (fatoni/sap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *