
Anggota DPD RI asal NTB, Mirah Midadan Fahmid meminta penguatan pencegahan karhutla di kawasan The Mandalika menyusul meningkatnya risiko kebakaran saat musim kemarau 2026.
Mataram, lensademokrasi.com — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi perhatian di kawasan selatan Kabupaten Lombok Tengah seiring proyeksi musim kemarau yang diperkirakan lebih kering tahun ini. Kawasan The Mandalika disebut masuk kategori rawan kebakaran sehingga dinilai membutuhkan langkah mitigasi yang lebih kuat.
Anggota DPD RI dari Nusa Tenggara Barat, Mirah Midadan Fahmid, mengatakan pengamanan kawasan Mandalika penting dilakukan karena wilayah tersebut menjadi salah satu pusat pariwisata strategis nasional.
Menurut Mirah, risiko kebakaran tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat dan sektor pariwisata yang berkembang di kawasan tersebut.
“Kawasan Mandalika memiliki posisi penting bagi NTB maupun Indonesia. Karena itu, pencegahan karhutla harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan,” kata Mirah dalam keterangannya di Mataram, Sabtu (16/5/2026).
Ia menjelaskan, ancaman karhutla perlu diantisipasi sejak dini mengingat kondisi cuaca pada musim kemarau 2026 diperkirakan lebih kering dibanding biasanya. Data prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan sebagian wilayah Indonesia berpotensi mengalami curah hujan di bawah normal dengan durasi musim kemarau yang lebih panjang.
Di sisi lain, kawasan KEK Mandalika yang memiliki luas lebih dari 1.000 hektare dinilai membutuhkan sistem pengawasan yang lebih intensif, terutama pada area yang berdekatan dengan lahan terbuka dan perbukitan kering.
Mirah mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah yang telah memperkuat kesiapsiagaan melalui penempatan armada pemadam dan personel di kawasan Kuta Mandalika. Koordinasi dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) juga dinilai penting untuk mempercepat respons jika terjadi kebakaran.
Namun, ia menekankan bahwa pendekatan pencegahan tetap harus menjadi prioritas utama. Edukasi kepada masyarakat terkait bahaya pembakaran lahan, patroli rutin di titik rawan, hingga sistem pelaporan cepat dinilai perlu diperkuat menjelang puncak musim kemarau.
Selain itu, Mirah mendorong keterlibatan pemerintah daerah, aparat keamanan, pelaku usaha wisata, dan masyarakat desa sekitar untuk membangun sistem mitigasi terpadu guna meminimalkan risiko kebakaran.
Menurut dia, keberlanjutan sektor pariwisata di Mandalika sangat bergantung pada kemampuan menjaga lingkungan dan keamanan kawasan. Karena itu, pengendalian karhutla dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga citra destinasi wisata nasional tersebut.
Mirah juga menyatakan akan mendorong dukungan pemerintah pusat untuk penguatan sarana penanggulangan bencana, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta program edukasi masyarakat terkait pencegahan karhutla di NTB. *** (fatoni/sap)





