AS Tawarkan Paket Ekonomi dalam Proposal Perdamaian Baru untuk Iran

Amerika Serikat menawarkan proposal damai baru kepada Iran yang mencakup pelonggaran sanksi, pembukaan ekspor minyak, dan penghentian operasi militer secara bertahap.

Washington, lensademokrasi.com — Amerika Serikat dilaporkan mengajukan proposal perdamaian baru kepada Iran dengan menawarkan sejumlah insentif ekonomi dan pelonggaran sanksi sebagai bagian dari upaya menghentikan konflik yang terus memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Rancangan proposal tersebut diungkap jurnalis ABC, Alex Marquardt, melalui unggahan di platform X pada Jumat (22/5/2026). Proposal disebut memuat skema bertahap yang mencakup pencairan dana Iran yang selama ini dibekukan, pencabutan larangan ekspor minyak, hingga pengurangan sanksi ekonomi Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Menurut laporan itu, proses implementasi akan disesuaikan dengan sejumlah poin negosiasi yang sebelumnya telah diajukan pihak Iran.

Pemerintah AS juga disebut mendorong penandatanganan nota kesepahaman awal agar proses negosiasi lanjutan dapat segera dimulai. Sejumlah isu sensitif, termasuk detail program nuklir Iran, dilaporkan akan dibahas pada tahap akhir perundingan.

Dalam proposal tersebut, Iran disebut akan menyatakan komitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Namun, keputusan mengenai aktivitas pengayaan uranium dan pemindahan material nuklir masih akan dinegosiasikan lebih lanjut.

Rancangan kesepakatan juga memuat penghentian operasi militer kedua pihak, termasuk aktivitas yang berkaitan dengan konflik di Lebanon. Kedua negara disebut akan berkomitmen untuk tidak menggunakan ancaman kekerasan selama proses berlangsung.

Selain aspek keamanan, proposal turut mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran di Strait of Hormuz dalam waktu 30 hari setelah penandatanganan kesepakatan. Jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dunia yang selama ini menjadi titik sensitif dalam dinamika geopolitik Timur Tengah.

Amerika Serikat juga disebut merencanakan penarikan pasukan dari wilayah sekitar Iran dalam kurun satu bulan setelah kesepakatan diberlakukan.

Laporan itu menyebut dokumen perdamaian direncanakan untuk ditandatangani di Islamabad. Hingga kini, pemerintah Iran masih mempelajari isi proposal dan belum memberikan pernyataan mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan akhir. *** (fatoni/sap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *