Filep Wamafma: Solusi untuk Calon Dokter Papua, Reformasi Sistem Beasiswa !

Jayapura, lensademokrasi.com — Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, menegaskan pentingnya solusi konkret untuk menyelamatkan masa depan ratusan calon dokter muda Papua yang terancam Drop Out akibat persoalan administratif dan pembiayaan.

Dalam kunjungan kerjanya ke Universitas Cenderawasih, Jayapura, belum lama ini, Filep mengapresiasi langkah cepat universitas untuk mencari jalan keluar. Namun, ia juga mengingatkan bahwa di balik upaya ini, ada pihak-pihak yang justru memperkeruh situasi, menghambat cita-cita membangun Papua yang sehat, cerdas, dan produktif.

Salah satu sorotan utama Filep adalah soal mekanisme penyaluran beasiswa. Ia mendorong agar dana pendidikan disalurkan langsung ke rekening kampus, bukan ke mahasiswa, guna memastikan pengelolaan lebih akuntabel dan tepat sasaran.

“Kalau untuk biaya hidup, silakan langsung ke mahasiswa. Tapi untuk biaya akademik, seharusnya kampus yang mengelola. Ini penting untuk mencegah penyimpangan yang merugikan masa depan mereka,” tegas Senator asal Papua ini.

Berdasarkan temuan Komite III DPD RI, banyak beasiswa dari pemerintah daerah yang macet di tengah jalan lantaran sistem pencairannya lemah dan rawan disalahgunakan. Akibatnya, ratusan mahasiswa kedokteran terancam gagal melanjutkan pendidikan.

Melihat kondisi ini, Filep mendesak evaluasi menyeluruh terhadap sistem beasiswa, dan meminta pemerintah daerah segera memperbaiki mekanisme penyalurannya. Ia juga mendorong agar sistem seleksi mahasiswa Fakultas Kedokteran lebih transparan, terukur, dan disesuaikan dengan kebutuhan nyata pembangunan SDM kesehatan di Papua.

“Calon dokter ini adalah aset berharga untuk mewujudkan Papua Sehat. Kami di DPD RI akan kawal ini sampai tuntas, berkoordinasi dengan Kemendikbudristek, Kementerian Kesehatan, dan pemerintah daerah,” tandas Filep.

Komitmen ini menjadi sinyal kuat bahwa DPD RI tidak akan tinggal diam menghadapi krisis calon tenaga medis di Papua, yang di masa depan menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan di tanah kelahirannya. *** (fatoni/sap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *