
Ciangsana, lensademokrasi.com — Pasca pelaksanaan Pemilu 2024, perhatian terhadap keberlanjutan partisipasi warga dan kepercayaan terhadap proses pemilu menjadi isu di tingkat lokal. Sejumlah komunitas mulai mengambil peran dengan memberikan pengakuan kepada petugas lapangan yang terlibat langsung dalam proses pemungutan dan penghitungan suara.
Di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pengurus RW 21 menginisiasi kegiatan apresiasi bagi tujuh Tempat Pemungutan Suara (TPS) di lingkungannya. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (26/2/2024) di kawasan Taman Wisata Kebun Jati, Kampung Cikeas Ilir, dalam bentuk pertemuan bersama antara pengurus wilayah dan petugas TPS.
Kepala Desa Ciangsana, H. Udin Saputra menyatakan bahwa kegiatan tersebut sepenuhnya berasal dari inisiatif pengurus RW sebagai bentuk penghargaan terhadap petugas TPS 61 hingga TPS 67 yang terlibat dalam pelaksanaan pemilu.
Ia menjelaskan bahwa beban kerja petugas di tingkat TPS berlangsung dalam durasi panjang, mulai dari tahap pemungutan hingga rekapitulasi suara. Oleh karena itu, bentuk apresiasi dari lingkungan sekitar dinilai dapat menjadi bagian dari penguatan dukungan sosial terhadap penyelenggara pemilu di lapangan.
Kegiatan ini juga dihadiri anggota DPRD Kabupaten Bogor, H. Achmad Fathoni. Dalam keterangannya, ia menyampaikan apresiasi kepada petugas pemilu dan masyarakat yang telah menjaga ketertiban selama proses berlangsung.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawal hasil pemilu agar proses yang telah berjalan tetap transparan dan akuntabel. Menurutnya, partisipasi publik tidak berhenti pada pencoblosan, tetapi juga mencakup pengawasan terhadap tahapan lanjutan.
Kecamatan Gunung Putri sebagai wilayah dengan pertumbuhan penduduk yang pesat membutuhkan interaksi sosial yang kuat untuk menjaga stabilitas pasca pemilu. Dalam konteks ini, kegiatan berbasis komunitas menjadi salah satu pendekatan untuk memperkuat hubungan antara masyarakat dan penyelenggara pemilu.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat setempat tidak hanya menjaga tradisi kebersamaan, tetapi juga memperkuat dukungan terhadap proses demokrasi di tingkat akar rumput. *** (fatoni/sap)





