Komisi VIII DPR Ingatkan Risiko Armuzna, Layanan Konsumsi dan Bus Haji Jadi Sorotan

Komisi VIII DPR RI meminta pemerintah memperkuat layanan konsumsi, transportasi, dan kesehatan menjelang fase Armuzna. Seluruh jemaah haji Indonesia kini telah tiba di Arab Saudi.

Jakarta, lensademokrasi.com — Memasuki fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), DPR RI meminta pemerintah meningkatkan kesiapan layanan bagi jemaah Indonesia, terutama pada sektor konsumsi, transportasi, dan perlindungan kesehatan. Fase ini dinilai menjadi periode paling menentukan, karena melibatkan mobilitas jutaan jemaah dalam waktu bersamaan di tengah keterbatasan akses layanan.

Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang mengatakan tantangan penyelenggaraan haji pada fase Armuzna jauh lebih kompleks dibanding tahap kedatangan jemaah di Tanah Suci.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan seluruh kebutuhan dasar jemaah sudah tersedia sebelum pergerakan menuju Arafah dimulai. “Salah satu yang menjadi perhatian adalah distribusi makanan cepat saji yang dibutuhkan jemaah selama berada di area Armuzna,” kata Marwan dalam keterangannya, Minggu (24/5/2026).

Ia menjelaskan, pada fase tersebut distribusi makanan dari dapur umum tidak dapat berjalan normal karena terbatasnya mobilitas dan kepadatan aktivitas jemaah. Karena itu, keterlambatan distribusi konsumsi berpotensi memengaruhi kondisi fisik jemaah, khususnya kelompok lanjut usia.

Selain konsumsi, DPR juga menyoroti kesiapan armada bus yang akan digunakan dalam mobilisasi jemaah dari Makkah menuju Arafah, Muzdalifah, hingga Mina. Gangguan transportasi dinilai dapat berdampak pada keteraturan penempatan jemaah dan layanan lainnya.

Marwan juga mengingatkan tingginya tingkat kelelahan saat jemaah menjalani prosesi lempar jumrah di Jamarat. Kondisi cuaca panas dan kepadatan aktivitas dinilai dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila tidak diantisipasi secara maksimal.

Meski memberi catatan terhadap sejumlah aspek teknis, Ia menilai penyelenggaraan haji tahun ini sejauh ini berjalan relatif lebih baik dibanding beberapa tahun sebelumnya. Namun, pemerintah diminta tetap menjaga kesiapan menjelang fase puncak yang akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Di sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh jemaah haji Indonesia telah tiba di Arab Saudi. Fokus layanan kini diarahkan pada persiapan Armuzna, termasuk penempatan tenda, layanan kesehatan, konsumsi, serta pengaturan petugas lapangan.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff menyebut lebih dari 202 ribu jemaah reguler dan ribuan jemaah haji khusus kini berada di Makkah untuk mengikuti tahapan puncak ibadah haji.

Pemerintah juga mengingatkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar mengikuti ketentuan penempatan resmi di tenda Armuzna dan tidak memasang atribut tambahan yang berpotensi mengganggu pengaturan jemaah.

Selain itu, jemaah diminta menjaga kondisi fisik dengan memperbanyak istirahat, cukup minum, serta membawa perlengkapan pribadi secukupnya selama berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. *** (fatoni/sap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *