
Semarang, lensademokrasi.com — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, meresmikan Gedung Serbaguna Desa Ngrapah, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jumat (21/11/2025). Kehadiran gedung ini disebut sebagai simbol percepatan pelayanan publik dan penguatan aktivitas sosial ekonomi masyarakat desa.
Dalam arahannya, Mendes Yandri menekankan bahwa pembangunan desa tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat menjadi fondasi agar desa mampu melesat sebagai pusat ekonomi baru. “Semua punya tanggung jawab terhadap desa. Kita harus bergerak bersama,” ujarnya.
Ia meminta Pemerintah Desa Ngrapah mengoptimalkan seluruh potensi yang ada, mulai dari sektor pertanian, UMKM, hingga pengembangan Desa Tematik. Program Desa Tematik, menurut dia, akan menjadi pemasok bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digencarkan pemerintah, sehingga hasil produksi desa dapat langsung memberi nilai tambah bagi warganya.
Mendes Yandri juga mengingatkan masyarakat mengenai ancaman narkoba dan judi online yang mulai merambah pedesaan. Ia menyebut Kemendes terus memperkuat program Desa Bersinar sebagai langkah pencegahan. “Gedung Serbaguna ini harus menjadi tempat lahirnya kegiatan positif, terutama bagi anak muda,” katanya.
Ia berharap Desa Ngrapah dapat memancarkan energi positif bagi desa-desa lain di Kabupaten Semarang. “Kami siap bekerja sama agar semakin banyak desa naik status menjadi Desa Mandiri,” ucap menteri asal Bengkulu Selatan tersebut.
Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan perhatian Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Menurutnya, peresmian ini menjadi dorongan moral yang penting bagi perangkat desa dan masyarakat.
Usai meresmikan gedung, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal meninjau bazar UMKM lokal yang digelar di halaman gedung. Bazar tersebut menjadi etalase produk unggulan warga sekaligus sarana menguatkan rantai pemasaran.
Gedung Serbaguna Ngrapah dibangun sejak 2016 melalui Dana Desa dengan total anggaran Rp600 juta yang dialokasikan pada periode 2017–2019. Pada peresmian ini hadir Wakil Bupati Semarang Nur Arifah, unsur Forkompimda, kepala desa, tokoh masyarakat, ulama, dan para pegiat desa.
Turut mendampingi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Sekjen Taufik Madjid, Dirjen PEID Tabrani, Kepala BPI Mulyadin Malik, Sesditjen PDP Rachmatia, Kepala Biro Humas Andi Nita Arie, Kapusbangjak Agus Kuncoro, serta Penasehat Menteri Zainuddin Malik. *** (fatoni/sap)






