
Mendes PDT mendorong ormas membentuk desa binaan dan mendukung program Makan Bergizi Gratis dengan pemanfaatan bahan pangan lokal dari desa.
Serang, lensademokrasi.com — Upaya memperkuat pembangunan desa dinilai memerlukan keterlibatan lebih luas dari unsur non-pemerintah, termasuk organisasi masyarakat (ormas). Pemerintah mendorong model kolaborasi yang memungkinkan ormas berperan langsung dalam pendampingan desa.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto menyampaikan ajakan kepada berbagai ormas untuk mengembangkan desa binaan sebagai bagian dari kontribusi terhadap pembangunan di tingkat lokal. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan yang digelar Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Banten di Kabupaten Serang, Sabtu (18/4/2026).
Menurutnya, peran ormas dapat memperkuat partisipasi masyarakat sekaligus mendukung pelaksanaan program sosial di desa. Skema desa binaan diposisikan sebagai pendekatan kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kapasitas desa.
Dalam kesempatan yang sama, Mendes PDT juga menyinggung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi bagian dari agenda pemerintahan Prabowo Subianto. Program tersebut difokuskan pada pemenuhan kebutuhan gizi anak sebagai bagian dari kebijakan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia menekankan bahwa pelaksanaan program MBG perlu dijalankan sesuai ketentuan, termasuk dalam pengadaan bahan pangan. Pemerintah mendorong agar kebutuhan bahan baku dipasok dari desa sekitar guna memperkuat keterkaitan antara program gizi dan aktivitas ekonomi lokal.
Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan dampak ganda, yakni meningkatkan akses gizi sekaligus mendorong perputaran ekonomi di desa. Pemerintah juga menyiapkan mekanisme pengawasan terhadap pelaksana program untuk memastikan kesesuaian dengan standar yang telah ditetapkan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri pejabat Kemendes PDT, termasuk Direktur Jenderal Pembangunan Ekonomi dan Investasi Desa (PEID), Tabrani. *** (fatoni/sap)





