Pemkab Bogor Tangani Banjir Cigudeg, Evakuasi dan Bantuan Diprioritaskan

Pemkab Bogor melakukan evakuasi dan distribusi bantuan bagi warga terdampak banjir di Cigudeg, serta menyiapkan langkah perbaikan infrastruktur ke depan.

Cigudeg, lensademokrasi.com — Banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, menambah daftar wilayah rawan terdampak hujan berintensitas tinggi di kawasan tersebut. Pemerintah daerah memusatkan penanganan pada evakuasi warga serta pemenuhan kebutuhan dasar di lokasi terdampak.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan bahwa respons darurat dilakukan segera setelah laporan kejadian diterima pada Sabtu (18/4/2026). Aparat gabungan dikerahkan untuk menangani situasi di lapangan dan memastikan keselamatan warga.

Data dari tim penanganan bencana menunjukkan bahwa banjir terjadi setelah peningkatan debit air merusak sejumlah titik tembok penahan tanah. Kondisi tersebut menyebabkan aliran air terhambat dan meluap ke permukiman, termasuk luapan susulan yang terjadi pada malam hari.

Dampak banjir tercatat di enam desa, yaitu Cintamanik, Argapura, Bangunjaya, Renggasjajar, Batujajar, dan Tegallega. Sekitar 50 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman, termasuk rumah kerabat dan fasilitas umum. Tidak dilaporkan korban jiwa, sementara puluhan rumah mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat.

Penanganan darurat melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD, aparat kecamatan, TNI-Polri, serta relawan. Kegiatan di lapangan meliputi asesmen cepat, penanganan sesuai prosedur kebencanaan, dan penyampaian informasi kewaspadaan kepada masyarakat.

Di sisi lain, pengamanan jaringan listrik dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara guna mencegah risiko tambahan di area terdampak.

Distribusi bantuan logistik mulai dilakukan oleh pemerintah daerah melalui dinas terkait, dengan fokus pada kebutuhan mendesak seperti bahan makanan, pakaian, selimut, dan perlengkapan untuk kelompok rentan.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga menyiapkan langkah lanjutan berupa perbaikan infrastruktur serta penataan aliran sungai sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana di masa mendatang. *** (fatoni/sap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *