DPD RI – Parlemen Ceko Perkuat Komitmen Kerjasama Strategis

Jakarta, lensademokrasi.com — Hubungan diplomatik Indonesia dan Republik Ceko memasuki babak baru yang lebih dinamis. Pada Rabu (14/5/2025), Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menerima kunjungan resmi delegasi tingkat tinggi Parlemen Republik Ceko dalam rangka memperkuat kerja sama lintas sektor yang selama ini sudah terjalin selama lebih dari tujuh dekade.

Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Parlemen Ceko, Jan Skopeček, dan diterima dengan hangat oleh Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menekankan komitmen bersama untuk memperluas kerja sama di bidang lingkungan hidup, pendidikan, diplomasi daerah, dan perdagangan.

Tamsil Linrung membuka pertemuan dan mengungkapkan pentingnya transisi menuju pembangunan berkelanjutan. Ia mengingatkan, kerja sama Indonesia-Ceko yang sudah dituangkan dalam Letter of Intent pada 2021 tentang perlindungan lingkungan harus terus ditindaklanjuti dalam bentuk kolaborasi nyata.

“Ini bukan hanya soal hubungan antar pemerintah. Kita perlu melibatkan pelaku usaha, akademisi, dan komunitas lokal agar manfaat kerja sama bisa dirasakan luas oleh masyarakat,” tegasnya.

Tamsil juga menggarisbawahi potensi besar kerja sama ekonomi, khususnya di bidang energi bersih dan pariwisata berbasis lingkungan. Ia menyambut baik rencana Republik Ceko untuk membuka Konsulat Kehormatan di Palu, Sulawesi Tengah. Menurutnya, ini adalah langkah strategis yang dapat menjembatani investasi dan inovasi dari pusat ke daerah.

Jan Skopeček, Wakil Ketua Parlemen Ceko, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan DPD RI. Ia menilai, hubungan bilateral kedua negara selama ini berjalan tanpa hambatan dan memiliki fondasi yang kuat untuk dikembangkan lebih jauh.

“Kami ingin memperluas kerja sama ke sektor baru seperti keamanan siber dan transisi energi. Namun kami juga mengingatkan pentingnya strategi bertahap, agar proses transisi tidak mengganggu stabilitas ekonomi,” ujar Skopeček.

Di bidang pendidikan, ia menyesalkan terhentinya program pertukaran mahasiswa akibat keterbatasan dana. Untuk itu, Parlemen Ceko siap mendukung pengaktifan kembali program tersebut dan bahkan siap menjadi penghubung antara Indonesia dan negara-negara Uni Eropa dalam pengembangan riset dan akademik.

Menanggapi hal tersebut, Tamsil menyatakan komitmen DPD RI untuk segera berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi agar program pertukaran pelajar dapat kembali berjalan dan diperluas.

Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia, Jaroslav Doleček, memaparkan beberapa bentuk kerja sama konkret yang telah berlangsung, mulai dari pelestarian satwa langka, kolaborasi antar kebun binatang, hingga pengelolaan destinasi wisata oleh warga negara Ceko di Sulawesi Selatan.

Ia optimistis pembukaan Konsulat Kehormatan di Palu akan mendorong peningkatan kunjungan warga Ceko ke wilayah timur Indonesia serta memperkuat diplomasi akar rumput antara kedua negara.

“Potensi wisata di Sulawesi sangat besar. Kami berharap hubungan yang terjalin ini dapat mendatangkan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat setempat,” ujarnya.

Menutup pertemuan, Tamsil Linrung menegaskan, DPD RI tidak ingin kerja sama ini hanya berakhir dalam dokumen atau seremonial belaka.

“Kami ingin memastikan bahwa semua komitmen yang disepakati benar-benar terasa manfaatnya hingga ke pelosok negeri. Diplomasi harus bisa menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Pertemuan bilateral ini ditutup dengan sesi foto bersama dan pertukaran cendera mata, menjadi simbol persahabatan yang terus tumbuh dan diperkuat dengan semangat kolaborasi dan saling menghormati antar bangsa. *** (fatoni/sap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *