
Jakarta, lensademokrasi.com — Wakil Ketua Komite III DPD RI, dr. Hj. Erni Daryanti, M.Biomed., mengingatkan masyarakat untuk tidak tergiur dengan tawaran berhaji cepat melalui jalur tidak resmi. Ia menegaskan, penggunaan visa non-haji untuk menunaikan ibadah haji bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga bisa mengancam keselamatan dan keabsahan ibadah yang dijalankan.
Dalam keterangannya kepada media, Rabu (14/5/2025), Erni menyatakan pentingnya masyarakat mengikuti prosedur haji sesuai aturan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Ia mengimbau agar masyarakat tidak mudah tergoda janji manis oknum nakal yang menawarkan keberangkatan cepat dengan visa yang tidak sesuai peruntukan, seperti visa ziarah, visa bisnis, atau visa pekerja.
“Jangan sampai niat suci berhaji justru membawa petaka, karena terjebak jalan pintas yang salah,” tegasnya.
Erni menambahkan, praktik berhaji dengan visa non-haji bukan hanya ilegal, tetapi juga sangat berisiko. Banyak kasus jemaah yang akhirnya ditelantarkan di Arab Saudi, dideportasi sebelum sempat berhaji, atau bahkan kehilangan uang puluhan juta rupiah.
“Bukan hanya gagal berhaji, tetapi juga rugi secara finansial dan emosional. Ini sangat memprihatinkan,” katanya.
Erni menyampaikan apresiasi terhadap Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah yang aktif mengedukasi masyarakat melalui kampanye “Jihad Medsos”. Kampanye ini bertujuan menangkal hoaks dan informasi menyesatkan terkait haji.
“Pesannya jelas: Uang Hilang, Haji Melayang. Mau Mabrur, Malah Kabur. Ini bukan slogan kosong, tapi peringatan nyata,” ujarnya.
Sebagai pimpinan komite III DPD RI yang membidangi keagamaan, Erni mendorong pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap biro perjalanan haji dan umrah. Ia juga menekankan pentingnya edukasi masyarakat agar lebih waspada dan teliti dalam memilih travel resmi.
“Ibadah haji adalah panggilan suci. Jangan sampai niat baik ternoda oleh cara yang salah. Daftar tunggu memang panjang, tapi itu satu-satunya jalur yang sah, aman, dan menjamin kita berhaji secara mabrur,” tutup Erni. *** (raihan/sap)





