
Padang, lensademokrasi.com — Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, meninjau langsung kesiapan Politeknik ATI Padang dalam mencetak lulusan vokasi yang siap mengisi peluang kerja di sektor industri global. Kunjungan ini turut didampingi Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy.
Politeknik yang berada di bawah naungan Kementerian Perindustrian itu tengah menjadi perhatian pemerintah sebagai salah satu pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri yang berorientasi pada pasar kerja internasional.
“Kita ingin melihat sejauh mana progres pelatihan yang sudah dilakukan di sini, bagaimana hasilnya, dan apakah bisa kita salurkan ke luar negeri,” kata Menteri Karding kepada awak media usai melakukan peninjauan.
Dalam dialog singkat bersama peserta pelatihan, Menteri Karding mengungkapkan bahwa minat siswa untuk bekerja di luar negeri cukup tinggi. Hal ini sejalan dengan meningkatnya permintaan tenaga kerja sektor industri dari berbagai negara.
“Banyak yang menyatakan siap jika diberi kesempatan. Ini tentu harus kita fasilitasi secara sistematis,” ujarnya.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Menteri Karding menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing sebagai syarat mutlak. Ia meminta pengelola balai vokasi untuk memasukkan pelatihan bahasa asing secara terstruktur dalam kurikulum.
“Pelatihan bahasa harus segera kita integrasikan ke dalam sistem vokasi, agar siswa tak hanya memiliki keterampilan teknis, tapi juga kompetensi komunikasi yang memadai untuk pasar global,” ucapnya.
Ia mencontohkan tingginya permintaan tenaga kerja industri dari negara-negara seperti Malaysia, Jepang, Korea Selatan hingga Eropa. Menurutnya, ini menjadi peluang strategis yang harus direspons dengan penyiapan SDM sejak dini.
“Saya baru dari Sarawak, Malaysia, dan melihat sendiri kebutuhan industri di sana. Jepang dan Korea juga masih sangat terbuka. Kita harus menyiapkan dari hulu agar tenaga kerja kita kompetitif,” tegas Karding.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri P2MI dan dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan pendidikan vokasi di daerah. Ia berharap keberadaan Politeknik ATI Padang dapat menjadi jembatan antara dunia pendidikan dengan permintaan industri internasional.
“Kami siap mendukung integrasi pelatihan dan penyiapan bahasa asing ini. Ini peluang besar untuk anak-anak muda Sumbar agar bisa menembus pasar kerja global,” ujar Vasko. *** (fatoni/sap)





