
Dalam Apel Siaga Kadesdi Sulawesi Selatan, Mendes PDT, Yandri Susanto mendorong desa mengembangkan komoditas unggulan untuk pasar ekspor global.
Jakarta, lensademokrasi.com — Pemerintah mulai mendorong desa menjadi bagian dari rantai perdagangan global melalui pengembangan komoditas unggulan berbasis potensi lokal. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat ekonomi desa sekaligus membuka pasar baru bagi hasil produksi masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto saat menghadiri Apel Siaga Kepala Desa se-Sulawesi Selatan di Lapangan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Rabu (13/5/2026).
Dalam arahannya, Yandri meminta para kepala desa mulai menyusun pemetaan komoditas unggulan yang memiliki peluang pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Ia mengatakan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal sedang menjalankan program desa ekspor yang bertujuan memperluas akses produk desa ke pasar luar negeri.
Menurut Yandri, desa-desa di Sulawesi Selatan memiliki peluang besar untuk mengembangkan produk berbasis pertanian, perkebunan, perikanan, hingga kerajinan lokal.
“Sulawesi Selatan memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan menjadi desa tematik dan diarahkan untuk pasar ekspor,” kata Yandri.
Ia menyebut, salah satu komoditas yang dinilai potensial adalah sereh, selain berbagai hasil produksi lokal lainnya yang selama ini masih berorientasi pasar domestik.
Pemerintah menilai pembukaan akses ekspor dapat meningkatkan nilai ekonomi produk desa sekaligus memperluas kesempatan usaha masyarakat.
Selain memperbesar pasar, kebutuhan memenuhi standar internasional juga dinilai akan mendorong peningkatan kualitas produksi di tingkat desa.
Program desa ekspor tersebut, lanjut Yandri, merupakan bagian dari implementasi Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan desa sebagai fondasi pemerataan ekonomi nasional.
Ia mengatakan, pemerintah ingin menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki masing-masing wilayah.
Dalam kesempatan itu, Yandri juga mengungkapkan rencana menghadirkan pembeli atau buyer dari luar negeri untuk bertemu langsung dengan kepala desa di Sulawesi Selatan guna membuka peluang kerja sama perdagangan.
Apel siaga tersebut turut dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, anggota Komisi IX DPR RI, Ashabul Kahfi, Inspektur Jenderal Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Masyhudi, dan Kepala Kesbangpol Sulawesi Selatan, Bustanul Arifin.
Pengembangan desa berbasis ekspor menjadi salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan. Namun realisasi program tersebut juga memerlukan dukungan pada aspek kualitas produk, kesinambungan produksi, akses logistik, serta pendampingan usaha agar mampu bersaing di pasar global. *** (fatoni/sap)





