
Anggota DPD RI, Azhari Cage Kembali memfasilitasi pemulangan jenazah warga Bireuen yang meninggal di Bekasi ke Aceh, selesaikan kendala pemulangan jenazah perantau.
Jakarta, lensademokrasi.com — Kendala pemulangan jenazah warga yang meninggal di perantauan masih menjadi isu yang berulang, terutama bagi keluarga yang berada jauh dari lokasi kejadian. Proses administratif, logistik, hingga pembiayaan kerap menjadi hambatan yang membutuhkan koordinasi lintas pihak.
Anggota DPD RI asal Aceh, Azhari Cage, terlibat dalam fasilitasi pemulangan jenazah seorang warga Kabupaten Bireuen yang meninggal dunia di Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (3/5/2026) dini hari. Korban diketahui bernama Khaidir (32), warga Cot Tufah, Kecamatan Gandapura, yang sebelumnya menjalani perawatan sejak 20 April 2026 akibat tetanus.
Azhari menjelaskan, permintaan bantuan disampaikan oleh pihak keluarga bersama aparatur desa setempat saat korban masih dirawat. Upaya koordinasi dilakukan dengan tenaga medis dan perwakilan Pemerintah Aceh di Jakarta untuk mempertimbangkan kemungkinan pemulangan pasien ke daerah asal.
Namun, kondisi medis korban dinilai tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan udara. Hingga akhirnya, pada Minggu dini hari, pihak keluarga menerima informasi bahwa Khaidir meninggal dunia di rumah sakit tempat ia dirawat.
Setelah itu, proses pemulangan jenazah segera dilakukan. Jenazah dijadwalkan diberangkatkan menggunakan maskapai Citilink menuju Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, sebelum dilanjutkan perjalanan darat ke Kabupaten Bireuen.
Seluruh kebutuhan pemulangan, mulai dari pengadaan peti jenazah, biaya tiket, layanan kargo, hingga pengurusan dokumen, disebut ditanggung secara pribadi oleh Azhari dengan total sekitar Rp22 juta. Biaya tersebut juga mencakup tiket bagi pendamping jenazah.
Ia menyampaikan harapan agar proses pemulangan berjalan lancar dan jenazah dapat dimakamkan di kampung halaman. Permintaan doa juga disampaikan kepada masyarakat Aceh agar almarhum mendapatkan tempat yang layak.*** (fatoni/sap)





