
Bogor, lensademokrasi.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menghadapi tantangan dalam menjangkau penerima manfaat, tetapi juga memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar kualitas dan keamanan pangan. Pengawasan terhadap proses pengolahan hingga pendistribusian menjadi penting karena program ini menyasar kelompok masyarakat, terutama anak-anak.
Untuk memperkuat pengawasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor mendorong evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Bupati Bogor Rudy Susmanto meminta seluruh penyelenggara memastikan setiap tahapan pelayanan berjalan sesuai ketentuan dan mengutamakan keselamatan penerima manfaat.
Penegasan itu disampaikan Rudy dalam Rapat Koordinasi Akbar SPPG se-Kabupaten Bogor di Aula Soekarno Hatta, Cibinong, Rabu (28/10/2026). Pertemuan tersebut dihadiri jajaran Pemkab Bogor, Kepala KPPG Bogor, H. Haidir, serta seluruh kepala SPPG di Kabupaten Bogor.
Menurut Rudy, keberhasilan MBG tidak cukup dinilai dari jumlah makanan yang diproduksi atau banyaknya penerima manfaat. Mutu makanan, keamanan pangan, dan konsistensi pelayanan harus menjadi indikator utama dalam pelaksanaan program.
“Tidak ada toleransi bagi kelalaian yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan penerima manfaat. Karena itu, setiap proses pelayanan harus dijalankan dengan kehati-hatian dan penuh tanggung jawab,” kata Rudy.
Rudy meminta seluruh pihak yang terlibat meninjau kembali proses pelayanan dan memperbaiki tahapan yang belum berjalan optimal. Setiap SPPG juga diminta bekerja secara profesional, disiplin, dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Kepala KPPG Bogor, H. Haidir, mengatakan rapat koordinasi menjadi momentum untuk menyatukan komitmen dan meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pelaksana MBG di Kabupaten Bogor.
Ia mengingatkan pentingnya meninjau kembali proses pelayanan serta menerapkan ketentuan secara konsisten untuk mencegah munculnya persoalan dalam pelaksanaan program.
Haidir juga menyampaikan bahwa MBG membuka kesempatan kerja bagi masyarakat melalui keterlibatan tenaga relawan dalam operasional pelayanan. ***
Penulis: Cerman Simamora
Editor : Richard Purba




