
Cibinong, lensademokrasi.com — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto menegaskan bahwa perangkat desa memegang peran strategis sebagai pilar utama pembangunan nasional dari tingkat akar rumput.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri acara pengukuhan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Bogor di Auditorium Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Senin (28/7/2025) sore.
Dalam pidatonya, Yandri menyebut bahwa pembangunan Indonesia sejatinya dimulai dari desa, mengingat lebih dari 70 persen penduduk Indonesia bermukim di wilayah perdesaan.
“Kalau ingin Indonesia maju, bangunlah desa-desa dengan serius. Dan itu tidak bisa dilakukan tanpa kekompakan antara kepala desa dan perangkatnya,” kata Yandri di hadapan ratusan perangkat desa se-Kabupaten Bogor.
Ia menilai bahwa suksesnya program-program unggulan Presiden Prabowo Subianto seperti Koperasi Merah Putih, BUMDesa Produktif, hingga Makan Bergizi Gratis bergantung pada kekuatan tata kelola di tingkat desa. Oleh karena itu, ia mengajak perangkat desa untuk meningkatkan kapasitas, profesionalisme, dan loyalitas terhadap pembangunan desa yang berkelanjutan.
Untuk mempercepat kemandirian desa, Yandri juga mengusulkan pengembangan konsep desa tematik yang fokus pada komoditas unggulan lokal seperti cabai, tomat, atau telur ayam. Model ini menurutnya akan memperkuat rantai pasok pangan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis di sekolah-sekolah.
“Bayangkan kalau tiap desa punya keunggulan, lalu diintegrasikan lewat BUMDesa dan koperasi. Maka desa tidak lagi jadi objek, tapi aktor utama pembangunan,” jelas Yandri yang juga mantan Wakil Ketua MPR RI.
Selain sebagai penyuplai bahan pangan, Yandri berharap BUMDesa dan Koperasi Merah Putih dapat menjadi penggerak ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan asli desa.
Pada kesempatan itu, Yandri menerima penghargaan Tokoh Kehormatan Sahabat PPDI dari Ketua PPDI Kabupaten Bogor, Iwan Bambang Setiawan, sebagai bentuk apresiasi atas kepeduliannya terhadap penguatan peran perangkat desa.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika, unsur Forkopimda, pejabat Pemkab Bogor, serta perwakilan PPDI dari Jawa Barat dan seluruh kecamatan di Kabupaten Bogor.
“PPDI harus menjadi mitra kritis dan solutif bagi pemerintah desa. Jangan hanya menunggu perintah, tapi harus proaktif mendorong perubahan,” tutup Yandri dengan penuh semangat. *** (fatoni/sap)





