
Jakarta, lensademokrasi.com — Kehadiran Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 di New York menandai langkah baru politik luar negeri Indonesia yang lebih aktif setelah absen lebih dari satu dekade di level kepala negara.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono menyebut partisipasi Prabowo sebagai “langkah strategis yang memiliki bobot simbolik sekaligus substansi”. Menurut dia, kembalinya Indonesia ke forum tertinggi diplomasi dunia membawa pesan jelas bahwa Indonesia ingin memainkan peran lebih besar dalam isu-isu global.
“Pidato Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Umum ke-80 PBB menandai kembalinya Indonesia ke panggung utama diplomasi internasional dengan posisi yang lebih tegas dan proaktif,” kata Dave saat dihubungi di Jakarta, Minggu (21/9/2025).
Ia menekankan, urutan pidato Prabowo yang ditempatkan setelah Presiden Brasil dan Presiden Amerika Serikat, mencerminkan tingginya ekspektasi internasional terhadap Indonesia. “Ini momentum penting untuk menegaskan komitmen kita terhadap multilateralisme, perdamaian dunia, serta keadilan global,” ujarnya.
Dave menambahkan, forum PBB memberi ruang bagi Indonesia untuk mengukuhkan diri sebagai jembatan antara Utara-Selatan maupun Timur-Barat. Dengan posisi geografis dan politik yang strategis, Indonesia dinilai mampu memainkan peran sebagai penyeimbang dalam isu-isu krusial seperti perubahan iklim, krisis energi, hingga dinamika geopolitik.
“Semoga pidato Presiden menjadi awal dari babak baru diplomasi Indonesia yang lebih aktif, inklusif, dan berpengaruh di tingkat global,” kata Dave menutup.
Presiden Prabowo tiba di Bandara Internasional John F. Kennedy, New York, Sabtu (20/9/2025) sore waktu setempat. Ia didampingi Menteri Luar Negeri, Sugiono dan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.
Menurut Teddy, Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato pada sesi Debat Umum PBB, Selasa (23/9), dengan urutan ketiga setelah Presiden Brasil dan Presiden Amerika Serikat. “Agenda ini mencerminkan posisi penting Indonesia dalam percaturan global,” ujarnya. *** (fatoni/sap)





